Mengenal Karakter Belajar Kita

Setiap orang punya prototipe berbeda antara satu dengan lainnya, baik secara fisik, pola pikir maupun dalam merespon berbagai persoalan yang baru diketahuinya. Demikian pula dalam proses belajar, setiap orang punya kekurangan dan kelebihan dalam menyerap ilmu pengetahuan. Karenanya diperkenalkanlah sebuah metodologi atau tata cara untuk menguasai ilmu pengetahuan berdasarkan kemampuan individual masing-masing.

Bahkan di negara-negara maju setiap individu boleh memilih pola pendidikan yang lebih sesuai dengan karakteristiknya. Kita sering mendengar keluhan orangtua murid karena anaknya tidak pintar-pintar meskipun sudah dimasukkan ke sekolahsekolah terbaik sekalipun. Bahkan banyak anak-anak yang jadi korban ambisi orang tuanya, dengan memberikan sejumlah pelajaran tambahan sampai anaknya kehilangan waktu untuk menikmati dunianya sendiri sebagai anak-anak. Tapi hasilnya tetap saja tidak sesuai dengan harapan.

Apa masalahnya? Kenapa ada anak yang tidak kunjung pintar meskipun setiap saat dijejali ilmu pengetahuan? Boleh jadi faktor penyebabnya adalah ketidaksesuaian cara belajar yang dimiliki anak dengan metode belajar yang diterapkan dalam lembaga pendidikan yang ada, termasuk kursus atau les privat. Cara belajar yang dimaksud adalah menyelaraskan kemampuan anak untuk menyerap, dengan pengaturan dan pengelolaan informasi yang akan diberikan.

OTAK SEBAGAI PUSAT BELAJAR
Otak manusia adalah kumpulan massa protoplasma yang paling kompleks yang ada di alam semesta. Satu-satunya organ yang dapat mempelajari dirinya sendiri dan jika dirawat dengan baik dapat menimbulkan rangsangan yang memadai, otak dapat berfungsi secara aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun. Otak inilah yang menjadi pusat belajar sehingga harus dijaga dengan baik sampai seumur hidup agar terhindar dari kerusakan.

Menurut MacLean, otak manusia memiliki tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai triune brain/three in one brain (dalam DePorter & Hernacki, 2001). Bagian pertama adalah batang otak, bagian kedua sistem limbik dan yang ketiga adalah neokorteks.

Batang otak memiliki kesamaan struktur dengan otak reptil, bagian otak ini bertanggungjawab atas fungsi-fungsi motorik-sensorik-pengetahuan yang berasal dari panca indra. Perilaku yang dikembangkan bagian ini adalah perilaku untuk mempertahankan hidup, dorongan untuk mempertahankan spesies.

Di sekeliling batang otak terdapat sistem limbik yang sangat kompleks dan luas. Sistem ini berada di bagian tengah otak manusia. Fungsinya bersifat emosional dan kognitif yaitu menyimpan perasaan, pengalaman yang menyenangkan, memori dan kemampuan belajar. Selain itu sistem ini mengatur bioritme tubuh seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan darah, jantung, gairah seksual, temperatur, kimia tubuh, metabolisme dan system kekebalan. Sistem limbik adalah panel kontrol dalam penggunaan informasi dari indra penglihatan, pendengaran, sensasi tubuh, perabaan, penciuman sebagai input yang kemudian informasi ini disampaikan ke pemikir dalam otak yaitu neokorteks.

Neokorteks terbungkus di sekitar sisi sistem limbik, yang merupkan 80% dari seluruh materi otak. Bagian ini merupakan tempat bersemayamnya pusat kecerdasan manusia. Bagian inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh manusia. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir intelektual, pembuatan keputusan, perilaku normal, bahasa, kendali motorik sadar, dan gagasan non verbal. Dalam neokorteks ini pula kecerdasan yang lebih tinggi berada, diantaranya adalah : kecerdasan linguistik, matematika, spasial/visual, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intrapersonal dan intuisi.

KARAKTERISTIK BELAJAR
Berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan informasi, maka cara belajar individu dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori. Ketiga kategori tersebut adalah cara belajar visual, auditorial dan kinestetik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu.

Pengkategorian ini tidak berarti bahwa individu hanya memiliki salah satu karakteristik cara belajar tertentu sehingga tidak memiliki karakteristik cara belajar yang lain. Pengkategorian ini hanya merupakan pedoman bahwa individu memiliki salah satu karakteristik yang paling menonjol, sehingga jika ia mendapatkan rangsangan yang sesuai dalam belajar maka akan memudahkannya untuk menyerap pelajaran. Dengan kata lain jika seorang anak menemukan metode belajar yang sesuai dengan karakteristik cara belajar dirinya maka akan cepat ia menjadi “pintar” sehingga kursus-kursus ataupun les private secara intensif mungkin tidak diperlukan lagi.

Menurut DePorter & Hernacki, inilah ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara
belajarnya:

1.   Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Visual. Individu jenis ini ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:
•    Rapi dan teratur
•    Berbicara dengan cepat
•    Mampu membuat rencana jangka pendek dengan baik
•    Teliti dan rinci
•    Mementingkan penampilan
•    Lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar
•    Mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual
•    Memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik
•    Biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika sedang belajar
•    Sulit menerima instruksi verbal (oleh karena itu seringkali ia minta instruksi secara tertulis)
•    Merupakan pembaca yang cepat dan tekun
•    Lebih suka membaca daripada dibacakan
•    Dalam memberikan respon terhadap segala sesuatu, ia selalu bersikap waspada,
membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang
berkaitan
•    Jika sedang berbicara di telpon ia suka membuat coretan-coretan tanpa arti selama
berbicara
•    Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain
•    Sering menjawab pertanyaan dengan jawaban singkat “ya” atau “tidak”
•    Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato/berceramah
•    Lebih tertarik pada bidang seni (lukis, pahat, gambar) daripada musik
•    Seringkali tahu apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai menuliskan dalam kata-kata

2. Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Auditorial. Individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:
•    Sering berbicara sendiri ketika sedang bekerja
•    Mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik
•    Lebih senang mendengarkan (dibacakan) daripada membaca
•    Lika membaca maka lebih senang membaca dengan suara keras
•    Dapat mengulangi atau menirukan nada, irama dan warna suara
•    Mengalami kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi sangat pandai dalam bercerita
•    Berbicara dalam irama yang terpola dengan baik
•    Berbicara dengan sangat fasih
•    Lebih menyukai seni musik dibandingkan seni yang lainnya
•    Belajar lebih mudah dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada apa yang dilihat
•    Senang berbicara, berdiskusi dan menjelaskan sesuatu secara panjang lebar
•    Mengalami kesulitan jika harus dihadapkan pada tugas-tugas yang berhubungan dengan visualisasi
•    Lebih pandai mengeja atau mengucapkan kata-kata dengan keras daripada menuliskannya
•    Lebih suka humor atau gurauan lisan daripada membaca buku humor/komik

3.     Karakteristik Perilaku Individu dengan Cara Belajar Kinestetik. Individu yang
memiliki kemampuan belajar kinestetik yang baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku baik ditandai dengan ciri-ciri perilaku sebagai berikut:
•    Berbicara dengan perlahan
•    Menanggapi perhatian
•    Menyentuh orang lain untuk mendapatkan perhatian mereka
•    Berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain
•    Banyak gerak
•    Memiliki perkembangan otot yang baik
•    Belajar melalui praktek langsung atau manipulasi
•    Menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung
•    Menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika sedang membaca
•    Banyak menggunakan bahasa tubuh (non verbal)
•    Tidak dapat duduk diam di suatu tempat untuk waktu yang lama
•    Sulit membaca peta kecuali ia memang pernah ke tempat tersebut
•    Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
•    Pada umumnya tulisannya jelek
•    Menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan
•    Ingin melakukan segala sesuatu

Dengan mempertimbangkan dan melihat cara belajar apa yang paling menonjol dari diri seseorang maka individu yang bersangkutan (yang sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang karakter cara belajar dirinya) diharapkan dapat bertindak secara arif dan bijaksana dalam memilih metode belajar yang sesuai. Bagi para remaja yang mengalami kesulitan belajar, cobalah untuk mulai merenungkan dan mengingat-ingat kembali apa karakteristik belajar anda yang paling efektif. Setelah itu cobalah untuk membuat rencana atau persiapan yang merupakan kiat belajar anda sehingga dapat mendukung agar kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah dengan memanfaatkan berbagai media pendidikan seperti tape recorder, video, gambar, dll.

Selamat mencoba.
Ingin berbagi artikel ini ?? silahkan submit ke Lintas Berita agar bisa dibaca oleh publik. Klik tombol di bawah ini, truz..,, login dulu ya...

Artikel Terkait



Tags:

nasyiahpati.blogspot.com

Ajang sharing dan silaturrahim muslimah Kabupaten Pati.

0 komentar

Leave a Reply